Saturday, 17 December 2016

Cerita Baik Bersama JNE: Rendang di dalam JNE

Di Era modern ini,keterbatasan manusia dalam hal pengiriman barang yang dipengaruhi jarak,cukup menghambat aktivitas manusia,oleh karna itu hadir  PT Tiki jalur Nugraha Ekakurir atau yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama JNE  menyediakan beberapa jenis paket pengiriman logistik khususnya untuk jangkauan Nasional Indonesia.JNE pun sering dilibatkan dalam pengiriman barang,dokumen bahkan makanan,karna sebagian konsumen percaya bahwa pengiriman menggunakan JNE,Barang itu lebih aman dan sampai tepat waktu atau lebih cepat.
JNE pun sangat berperan penting dalam maraknya bisnis online shop,JNE pun sangat dipercaya sebagai layanan jasa pengiriman yang terpercaya,sehingga banyak online shop yang menggunakan jasa kurir JNE dalam pengiriman barang kepada customer.Hal ini juga berpengaruh terhadap kredibilitas JNE dalam hal pengiriman barang.
Efek dari hadir nya JNE ini sendiri sangat terasa dalam aktivitas manusia.Pengalaman saya,saat orangtua mengirimkan makanan buat saya,yaa tepatnya saya adalah seorang anak kos yang merantau di kota orang,di tempat kos saya ini memang berada di daerah yang letaknya cukup rumit.Jadi Pada hari jumat sore ,orangtua saya mengirimkan saya makanan yaitu Rendang,tepatnya setelah hari raya Idul Adha namun ditakutkan makanan itu basi,oleh karna itu orangtua saya menggunakan jasa layanan JNE Express ,hasilnya sabtu siangnya paket makanan telah sampai tepat waktu dan selamat,serta pihak JNE sendiri pun dapat menajamin keselamatan dari barang tersebut dengan menambah label pada kotak barang tersebut dan menambah bungkusan plastic pada kotak tersebut.Itu sedikit pengalaman saya menggunakan JNE.
JNE sendiri memiliki banyak jenis layanan pengiriman yaitu:

  • ·       Super Speed (SS)

JNE SS adalah pengiriman paket atau dokumen peka waktu yang harus diberangkatkan sesegera mungkin diluar jadwal rutin dan rute tetap JNE.

  • ·     YES (Yakin Esok Sampai)

JNE YES adalah layanan pengiriman premium dengan target kiriman sampai di tujuan pada keesokan harinya termasuk pada hari Minggu dan libur nasional.

  • ·     REG (Regular)

JNE Regular adalah layanan pengiriman cepat, aman, dan handal sampai ke pelosok Indonesia.

  • ·     OKE (Ongkos Kirim Ekonomis)

JNE OKE adalah layanan pengiriman untuk barang berukuran besar atau berat dengan harga ekonomis.

            Pada tanggal 26 November 2016,JNE merayakan hari ulang tahunnya ke 26 dengan tema “Menginspirasi Negeri”,di usia dewasa ini JNE Selalu memberikan layanan pengiriman terbaik bagi masyarakat Indonesia dan berusaha memegang amanah pengiriman barang secara maksimal. Khusus HUT JNE ke-26 tahun kali ini,JNE juga berbagi kebahagiaan kepada semua pelanggan setia di Indonesia dengan membuat Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir).Kegiatan ini memberikan gratis ongkos kirim untuk pengiriman intrawilayah Jabodetabek dan 55 kota besar di seluruh nusantara selama 2 hari berturut-turut, 26-27 November 2016.



           
            Wih,mungkin pada Harbokir diatas meruapakan hari terindah bagi para pelanggan online shop,karena disaat itu mereka tidak perlu memikirkan berapa biaya ongkos kirim dan dapat berbelanja dengan senang hati walau gratis ongkos kirim hanya untuk sesama kota dan berharap tahun tahun selanjutnya dapat gratis ke semua kota di nusantara.






 

Wednesday, 14 December 2016

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan







Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan--Indonesia memiliki sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi yaitu Pertamina. Sebagian orang mungkin sering mendengar nama Pertamina saat membantu ibunya memasak di dapur menggunakan LPG Pertamina atau Bright Gas Hemat. Hal yang sama terjadi ketika kita hendak bepergian, kita pasti mengisi bahan bakar trasnportasi umum maupun kendaraan pribadi di SPBU Pertamina terdekat yang menyediakan berbagai produk BBM seperti pertalite, pertamax, pertamax plus, solar, biosolar dan sebagainya.

Ya, tepat sekali! Kata Pertamina memang tak asing lagi. Pertamina selalu membantu kita dalam beraktivitas dan menjalani rutinitas, tapi kebanyakan dari kita pasti ada yang belum mengenal siapa sih Pertamina? Sebenernya Pertamina itu singkatan dari Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara. Itu adalah awal perkenalan kita dengan Pertamina.
Pertamina sendiri berdiri pada tahun 1957 di Jakarta. Di usianya yang ke-59, Pertamina telah banyak memberikan inovasi produk yang sangat penting, berpengaruh dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Pertamina juga memiliki visi: “Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia”, dan misi: “Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat”. Baiklah, kita akan mengulas Inovasi Produk Pertamina Berkualitas dan Ramah Lingkungan.


1. Pertalite
Pertalite Memiliki level research octane number (RON) 90, sehingga membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah. Pertalite merupakan produk inovasi BBM Berkualitas dari Pertamina.

Apakah Keunggulan Pertalite?
A. Durability
PERTALITE dapat dikategorikan sebagai bahan bakar kendaraan yang memenuhi syarat dasar durability/ketahanan, dumana bb kini tidak akan menimbulkan gangguan serta kerusakan mesin, karena kandungan oktan 90 lebih sesuai dengan perbandingan kompresi kebanyakan kendaraan bermotor yang beredar di indonesia.
Kandungan aditif detergent, anti korosi, serta pemisah air pada PERTALITE akan mengahambat proses korosi dan pembentukan deposit di dalam mesin.

B. Fuel Economy
Kesesuaian oktan 90 PERTALITE dengan perbandingan kompresi kebanyakan kendaraan beroperasi sesuai dengan rancangannya. Perbandingan Air Fuel Ratio yang lebih tinggi dengan konsumsi bahan bakar menjadikan kinerja mesin lebih optimal dan efisien untuk menempuh jarak lebih jauh karena biaya operasi bahan bakar dalam Rp/Km akan lebih hemat. Hal ini menjadikan pertalite sebagai produk BBM Oktan Tinggi Harga Terjangkau.

C. Performance
Kesesuaian angka Oktan PERTALITE dan Aditif yang dikandungnya dengan spesifikasi mesin akan menghasilkan performamesin yang jauh lebih baik dibandingkan ketika menggunakan Oktan 88. Hasilnya adalah tarikan lebih enteng, kecepatan yang lebih tinggi serta emisi gas buang yang lebih bersih. Hal ini akan menjadikan kendaran lebih lincah dalam bermanufer serta Pertalite merupakan BBM Ramah Lingkungan karena kadar gas emisi yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit



2. Pertamina Envogas
Pertamina Envogas adalah brand baru yang dipilih untuk Bahan Bakar Gas (BBG) yang sebelumnya diperkenalkan oleh Pertamina pada tahun 1986 dan 1992 melalui program Langit Biru dan kemudian diluncurkan kembali pada tanggal 10 Desember 2012.

Penggunaan brand baru ini merupakan bentuk aktualisasi semangat Pertamina untuk terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan energy masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Pertamina Envogas merupakan produk CNG (Compressed Natural Gas) atau Gas Alam Terkompresi yang diperoleh melalui proses kompresi metana (CH4) hasil ekstraksi gas alam dengan tekanan sebesar 200 s/d 275 BAR. Komposisi gas metana (CH4) yang mempunyai fraksi yang lebih ringan dari udara, membuat CNG akan terlepas ke udara seketika, saat terjadi kebocoran sehingga relatihf lebih aman dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak.

Penggunaan CNG sebagai bahan bakar, jauh lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak, hal ini disebabkan CNG menghasilkan emisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (1/3 kadaremisi BBM), selain itu dengan kandungan oktan (RON – Research Octane Number) sebesar 120, CNG juga mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, sehingga mesin kendaraan lebih awet dengan perawatan yang efisien. Harga Pertamina Envogas untuk sector transportasi saat ini ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp 3,100/Lsp.

Itulah inovasi produk hilir migas pertamina yang terbaru sehingga menjadikan Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan.Produk-produk tersebut sangat cocok untuk kendaraan kita yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).



Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Sunday, 11 December 2016

Investasi Terbaik Rumah Maja

Investasi Terbaik Hanya Rumah Maja


            Citra Maja Raya merupakan pengembangan kota terpadu terbesar kedua oleh Ciputra Group, dengan luas pengembangan lahan mencapai 2.000 hektar (ha). Hunian skala kota mandiri yang menggabungkan gaya hidup modern yang didukung dengan program EcoCulture yang mengedepankan unsur keserasian alam dan ramah lingkungan.
Citra Maja Raya dirancang sebagai kawasan kota terpadu berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan menjadikan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi (hub) utamanya. Sehingga kedepannya akan menjadi sebuah kota pertumbuhan ekonomi baru berbasiskan ekonomi jasa (serviced base oriented). Dengan segmen utama membuat rumah murah di Banten, Rumah Maja merupakan calon primadona baru Perumahan Banten.
Sebagai instrument Investasi masa depan, Citra Maja Raya memiliki keunggulan yang lebih unik dibandingkan dengan proyek-proyek lainnya. Dengan berbasis Transit Oriented Development, KRL Commuter Line rute Stasiun Maja – Serpong – Tanah Abang yang memiliki jarak tempuh hanya 90 menit menjadi tumpuan utama dalam mendukung segala aktifitas penghuninya.
Dimana, dalam pengembangan pertamanya diatas lahan seluas 430 Ha, Citra Maja Raya telah sukses membukukan penjualan fantastis, telah terjual lebih dari lebih dari 7.000 unit dalam 11 hari. Alasan itulah, Citra Maja Raya kembali pasarkan kawasan residensial terbaru seluas 300 Ha. Pembangunan tahap kedua ini merupakan jawaban atas tingginya permintaan akan hunian berkualitas dan terjangkau bagi semua kalangan.
Membeli property, harus mampu menerjemahkan masterplan proyek-proyek yang diperkenalkan. Seperti halnya garapan Ciputra Group ini. Untk masa mendatang, Citra Maja Raya secara gambang telah melaunching masterplan jangka panjangnya. Dimana dalam tahapan pembangunannya yang pertama dilahan pengembangan seluas 460 hektar telah terjual lebih dari 7.000 unit rumah RS dan RE, sekaligus menjual ruko perdananya yang mencatatkan sold out 100%. Saat ini, Rumah Maja tahap kedua telah melaunching tahap kedua pembangunannya diatas lahan seluas 300 hektar. Warga beramai-ramai itdak hanya untuk pemilihan unit Rumah Maja saja tapi juga tersedia Cluster Orchid,Nevana dan Navina.
 TIPE RS
           




TIPE RE :
                            

Aksesibilitas Moda Transportasi
Nama Pengembang, Harga jual, Lokasi, konsep, serta luas area pengembangan merupakan pertimbangan utama dalam memulai Investasi di bidang properti. Dalam hal konsep , Rumah Maja mengedepankan kemudahan moda dan akses transportasi. Dimana, moda transportasi masal kereta api commuter liner menjadi keunggulan proyek ini. Saat ini, stasiun Maja sudah terbangun megah dengan struktur bangunan dua lantai. Stasiun ini juga dilengkapi dengan teknologi access control, dimana para penumpang yang menggunakan moda ini harus menggunakan card system.
serta didiukung infrastruktur jalan menuju Citra Maja Raya sudah terbangun dengan kualitas cor beton. Hal inilah yang memungkinkan dan menjadikan proyek Citra Maja Raya sangat mendukung upaya pemerintah dalam pemanfaatan transportasi masal untuk proyek pembangunannya. Itu sebabnya, kota terpadu Citra Maja Raya menjadi pilihan unggul untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi, khususnya di bidang properti.


Masa Depan Citra Maja Raya

Rumah Maja merupakan Investasi hunian yang terbaik karena Proyek Citra Maja Raya merupakan proyek jangka panjang. Meski begitu, Citra Maja raya terus melengkapi diri dengan berbagai fasilitas skala kota mandiri yang dibutuhkan penghuninya. Mulai dari komersial area, lahan terbuka hijau, dan masih banyak lagi. Dan kedepan akan terus melengkapi diri dengan berbagai fasilitas laiknya Citra Raya Tangerang saat ini. Dimana, seluruh fasilitas yang dibutuhkan penghuninya tersedia. Bukan tidak mungkin, dalam 20 tahun kedepan, Citra Maja Raya akan menjadi satu-satunya Regional Business Center yang kuat seperti halnya CitraRaya kini. Dimana, berbagai fasilitas skala kota mandiri seperti pasar modern, sekolah dari jenjang tingkat bawah hingga tingkat atas, rumah ibadah, sport club, family club, wahana rekreasi dan pendidikan keluarga, rumah sakit, hotel, perkantoran dan pusat kuliner hingga feeder busway.
Untuk pasar sendiri, meski baru tersedia diluar kawasan namun sudah mampu mencukupi berbagai kebutuhan penghuni nantinya, selain dekat lokasinya, ketersediaan berbagai barang kebutuhan juga tersedia lengkap dan yang pasti harganya sangat-sangat terjangkau semua lapisan masyarakat. Meski begitu, kedepan, Citra Maja Raya secara bertahap akan melengkapi diri dengan berbagai fasilitas skala kota mandiri, salah satunya adalah pasar bersih modern, dimana, pasar ini akan menjadi salah satu opportunity bagi geliat ekonomi masyarakatnya. Pasar inilah yang akan menjadi penyokong geliat pertumbuhan ekonomi kemasyarakatan di kawasan ini.

Contacts:
Alamat :Ruko Tol Boulevard BSD Blok C.29-30
Jalan Pahlawan Seribu, Serpong,
Tangerang 15310 
No.Hp : +6221 5315 8888
Email  : info@citramaja.com

                            

Saturday, 10 December 2016

Pemrograman

 Program adalah suatu kumppulan instruksi yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah,biasanya sih yang mebuat program disebut programmer.Programmer itu orang nya yang pemikiran out of the box,sehingga dia bisa membuat sebuah program yang sangat sangat sederhama yang sebenernya rumit.Beda sih programmer alami sama programmer buatan,beda yaa itu programmer alami emang yang pemikiran our of the box tapi kalau prorammer buatan yaa program yang hanya dibuat berdasarkan sintaks tapi logika nya kurang jalan.Tapi untuk jadi programmer buatan saja sudah cukup luar biasa,dibutuhkan banyak dorongan dan pengorbanan untuk menjadi programmer best hehhee









Sederhana sih yaa kan,cuma butuh logika yang lumayan cukup tinggi untuk menampilkan output seperti yang diatas itu.,hehehe,semangat buat belajar buat programnya

Banyak Sih bahasa pemrogramman yang bisa digunakan untuk awalan mungkin kita menggunakan bahasa pascal kemudian bahasa C atau C++,ya itu masih dasar kita masih ada bahasa fortran,visual basic,PHP,hahaha pokoknya masih banyak lagi,namun umumnya apabila kita memilii dasar yang baik dalam bahasa pemrogramman C atau C++,nanti bahasa bahasa yang lain seperti java dan lain lain lebih mudah dipahami cara menginisialisai sebuah program.
Yaa jujur saja,teknologi yang berbasis pemrograman yang terjadi di banyak film itu bukan hany sekedar fiksi belaka tapi di dunia canggih seperti bahasa bahasa pemrograman sangat dibutuhkan untuk kemajuan kedepan bangsa ini
Notebook / Laptop Business Intel Core I3
Notebook / Laptop Business Intel Core I3

Android

Android merupakan salah satu sistem operasi yang pada zaman sekarang ini sangat populer dan digemarin banyak orang.Dan hampur bisa operasi android bisa menglahkan popularitas dari sistem operasi windows.Yaa,Kemarin sih ikut program dasar android untuk memulai dan pengenn tau gimana sih cara bikin layout di whatsapp,dan pasti beberapa dari kalian menganggap enteng gtu saat kita menggeser layar whatsapp kita denngan jari,tapi itu gak semudah seperti yang kita kira.
ini salah satu karya aku tapi masih layout doang dan udag pasti running di android,
check this out:

Pasti dipikiran banyak orang bikin layout kekgini gampang yaa kan,yaa emnga gampang sih gak terlalu sulit,okee kita bongkar sedikit yaa Smart cuaca itu sebagai package yang kita pakai dalam sebuah android,di android ini kita juga makai bahasa java men wkwwk,wahh ngeri gak sihh,kalo udah mahir java ada yang bilang seakan dunia ini milik anda wkwkw,
okay satu lagi untuk oreintasi layout nya itu kita pake linear layout,jadi sejajar ke bawah dan turun nya juga bagus
untuk tulisan angin,intensitas matahari dan lain lain,kita menggunakan ikon button,jadi saat kita klik makanya kita akan terhubung ke page selanjutnya.
dah lah masih standar ini kokkk,pasti kalian juga bisa bikin kok
untuk source code nya da disini kok untuk layout doang yaa,java nya ada sihh,bisa kokk disedot wkwkw

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"    android:id="@+id/activity_main"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:orientation="vertical"    android:paddingBottom="@dimen/activity_vertical_margin"    android:paddingTop="@dimen/activity_vertical_margin"    tools:context="com.example.android.smartcuaca.MainActivity">
    <ImageView        android:layout_width="wrap_content"        android:layout_height="0dp"        android:layout_weight="3"        android:paddingBottom="48dp"        android:layout_marginLeft="5dp"        android:layout_marginRight="15dp"        android:layout_marginBottom="5dp"        android:layout_marginTop="5dp"        android:scaleType="centerCrop"        android:src="@drawable/geof"        android:id="@+id/imageView" />

    <Button        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="0dp"        android:layout_marginBottom="10dp"        android:layout_marginTop="16dp"        android:layout_weight="1"        android:layout_marginLeft="10dp"        android:layout_marginRight="10dp"        android:text="gravitymeter"        style="?android:attr/buttonStyleSmall"        android:textColor="@android:color/white"        android:background="#24478f"        android:textAppearance="@style/Base.TextAppearance.AppCompat.Widget.ActionBar.Menu"        android:id="@+id/angin_activity"        />

    <Button        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="0dp"        android:layout_weight="1"        android:text="seismograf"        android:layout_marginLeft="10dp"        style="?android:attr/buttonStyleSmall"        android:layout_marginRight="10dp"        android:textColor="@android:color/white"        android:background="#24478f"        android:layout_marginBottom="10dp"        android:layout_marginTop="5dp"        android:textAppearance="@style/Base.TextAppearance.AppCompat.Widget.ActionBar.Menu"        android:id="@+id/activity_matahari"        />

    <Button        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="0dp"        android:layout_weight="1"        android:text="gps"        android:layout_marginBottom="10dp"        android:layout_marginTop="5dp"        android:layout_marginLeft="10dp"        android:layout_marginRight="10dp"        android:textColor="@android:color/white"        android:background="#24478f"        style="?android:attr/buttonStyleSmall"        android:textAppearance="@style/Base.TextAppearance.AppCompat.Widget.ActionBar.Menu"        android:id="@+id/activity_hujan"        />

    <Button        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="0dp"        android:layout_weight="1"        android:textColor="@android:color/white"        android:background="#24478f"        android:layout_marginBottom="10dp"        android:layout_marginLeft="10dp"        android:layout_marginRight="10dp"        android:layout_marginTop="5dp"        style="?android:attr/borderlessButtonStyle"        android:text="magnetometer"        android:textAppearance="@style/Base.TextAppearance.AppCompat.Widget.ActionBar.Menu"        android:id="@+id/evaporasi_activity"/>
</LinearLayout>

ini souerce code java

package com.example.android.smartcuaca;

import android.app.Activity;
import android.content.Intent;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.widget.Button;

import static com.example.android.smartcuaca.R.id.angin;

public class MainActivity extends Activity {

    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);


        //menginisiasi dan memanggil widget button pada file layout        Button btn1 =(Button)findViewById(R.id.angin_activity);

        Button btn2 =(Button)findViewById(R.id.activity_matahari);

        Button btn3=(Button)findViewById(R.id.activity_hujan);

        Button btn4=(Button)findViewById(R.id.evaporasi_activity);

        btn1.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub                Intent pindah = new Intent(MainActivity.this,angin.class);
                startActivity(pindah);
                //menghubungkan antar activity dengan intent
            }
        });

        btn2.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub                Intent pindah = new Intent(MainActivity.this,matahari.class);
                startActivity(pindah);
                //menghubungkan antar activity dengan intent
            }
        });

        btn3.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub                Intent pindah = new Intent(MainActivity.this,hujan.class);
                startActivity(pindah);
                //menghubungkan antar activity dengan intent
            }
        });

        btn4.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

            @Override            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub                Intent pindah = new Intent(MainActivity.this,evaporasi.class);
                startActivity(pindah);
                //menghubungkan antar activity dengan intent
            }
        });







    }


}


Rancang Power Supply

 SEKOLAH TINGGI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI
TUGAS ELEKTRONIKA I
Rancang Bangun Power Supply Output Variabel 9 Volt
Kelompok 2
Anggota :
1.      Fritz Barnas Koti           41.15.0004
2.      Intan Puri Pangerti        41.15.0008
3.      Mutiara Nurjannah       41.15.00..
4.      Naufal Ananda               41.15.00..


Dosen :
Agus Tri Sutanto



PONDOK BETUNG, 2016
KATA PENGANTAR
             Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang Pembuatan Catu Daya dengan judul
“Rancang Bangun Power Supply Output Variabel 9 Volt” .
            Mengingat pentingnya peran sebuah sistem Power Supply dalam rangkaian elektronika, maka makalah ini perlu dibuat guna memperdalam tentang sistem Power Supply yang mana dibuat dengan sasaran agar pembaca memahami dasar-dasar karakteristik dari Power Supply dan prinsip kerja sistem Power Supply itu sendiri.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehkarena itu, penulis mengucapkan terima kasih  kepada  Dosen kami, Bapak Agus Tri Sutantodan atas arahannya dalam perakitan alat serta penyusunan makalah kelompok kami. Tak lupa jugakami mengucapkan banyak terima kasih yang kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
.


                                                                                       Tangerang Selatan,Februari 2016

      


Penyusun,
Kelompok 2 Instrumentasi IA 2016



BAB I
PENDAHULUAN
I.     LATAR BELAKANG
Catu daya atau power supply merupakan suatu rangkaian elektronik yang mengubah arus listrik bolak-balik menjadi arus listrik searah. Catu daya menjadi bagian yang penting dalam elektonika yang berfungsi sebagai sumber tenaga listrik misalnya pada baterai atau accu. Catu daya (Power Supply) juga dapat digunakan sebagai perangkat yang memasok listrik energi untuk satu atau lebih beban listrik.
Secara umum prinsip rangkaian catu daya terdiri atas komponen utama yaitu ; transformator, dioda dan kondensator. Dalam pembuatan rangkaian catu daya, selain menggunakan komponen utama juga diperlukan komponen pendukung agar rangkaian tersebut dapat berfungsi dengan baik. Komponen Pendukung tersebut antara lain : sakelar, sekering (fuse), lampu indicator, voltmeter dan amperemeter, jack dan plug, Printed Circuit Board (PCB), kabel dan steker, serta Chasis. Baik komponen utama maupun komponen pendukung sama sama berperan penting dalam rangkaian catu daya.
Dalam era yang serba teknologi saat ini, kemajuan bidang pendidikan sangatlah bertambah dariwaktu ke waktu. Kemajuan yang dicapai oleh umat manusia, baik itu bidang sosial, bidang informasi maupun bidang pendidikan. Salah satunya membuat makalah yang baik dan benar, yaitu merupakan sistem informasi yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan karya ilmiah.Pada karya ilmiah kali ini,penulis membahas tentang catu daya/Power Supply.

II. TUJUAN PENULISAN
·         Menyelesaikan tugas mata kuliah elektronika
·         Mengetahui perbedaan arus AC dan arus DC
·         Mengetahui pengertian dan penjelasan dalam pembuatan Catu Daya
·         Memahami prinsip kerja catu daya

III. MANFAAT PENULISAN
·         Bagi para penulis,mendapatkan pengertian dan penjelasan tentang pembuatan catu daya
·         Bagi para pembaca, diharapkan semoga makalah ini dapat memperkaya pengetahuan dan memberikan kesempatan untuk mempelajarinya lebih lanjut

BAB II
LANDASAN TEORI

Catu daya merupakan suatu Rangkaian yang paling penting bagi sistem elektronika. Ada dua sumber catu daya yaitu sumber AC dan sumber DC. Sumber AC yaitu sumber tegangan bolak – balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan sumber tegangan searah.
Secara umum prinsip rangkaian catu daya terdiri atas komponen utama yaitu ; transformator, dioda dan kondensator. Dalam pembuatan rangkaian catu daya, selain menggunakan komponen utama juga diperlukan komponen pendukung agar rangkaian tersebut dapat berfungsi dengan baik. Komponen Pendukung tersebut antara lain : sakelar, sekering (fuse), lampu indicator, voltmeter dan amperemeter, jack dan plug, Printed Circuit Board (PCB), kabel dan steker, serta Chasis. Baik komponen  utama maupun komponen pendukung sama sama berperan penting dalam rangkaian catu daya. Berikut adalah gambaran tegangan arus AC dan DC jika dilihat dengan osiloskop :

Description: http://2.bp.blogspot.com/-QCelEO-xfrU/Vg42aPKfsEI/AAAAAAAAFN8/_3Q7P2LZGTE/s1600/ac.jpg
Gambar 1. Tegangan AC

Description: http://3.bp.blogspot.com/-z9oC-lMITG4/Vg42aAd7lyI/AAAAAAAAFNw/yMyfh_nwCZk/s1600/dc.jpg
Gambar 2. Tegangan DC



2.1 Trafo (Penurun Tegangan)
Pengertian Transformator (Trafo)
Transformator atau sering disingkat dengan istilah Trafo adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud dari pengubahan taraf tersebut diantaranya seperti menurunkan Tegangan AC dari 220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC. Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik (AC).Transformator (Trafo) memegang peranan yang sangat penting dalam pendistribusian tenaga listrik. Transformator menaikan listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga ratusan kilo Volt untuk di distribusikan, dan kemudian Transformator lainnya menurunkan tegangan listrik tersebut ke tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah tangga maupun perkantoran yang pada umumnya menggunakan Tegangan AC 220Volt.
Bentuk dan Simbol Transformator (Trafo)
Berikut ini adalah gambar bentuk dan simbol Transformator :
Description: Pengertian transformator (bentuk dan simbol trafo)
Fungsi Transformator dalam dunia elektronika memegang peranan yang sangat penting. Secara garis besar fungsi transformator adalah untuk menyalurkan energi listrik ke tegangan rendah maupun ke tegangan tinggi, penyaluran ini berlangsung dalam frekuensi yang sama. Fungsi ini juga dikenal pula sebagai istilah step up dan step down. Fungsi transformator juga memegang sebuah peranan penting dalam dunia elektronika, sama halnya seperti dengan fungsi kapasitor, resistor, transistor, dan dioda. Fungsi berikutnya dalam transformator yang tidak kalah penting adalah sebagai sistem komunikasi dimana transformator atau trafo digunakan sebagai frekuensi radio dan video.

Description: Fungsi Transformator
Untuk fungsi yang pertama yaitu menaikkan tegangan arus listrik, lemari es, televisi bahkan komputer yang kalian gunakan setiap hari memanfaatkan fungsi transformator yang sebagai penaik tegangan arus listrik. Transformator step up ini memiliki lilitar sekunder yang lebih banyak dibandingkan dengan lilitan primer sehingga fungsinya sebagai penaik tegangan arus listrik sangatlah jelas. Oleh karena itu, janganlah heran ketika anda menyalakan lemari es, televisi ataupun komputer listrik pada rumah anda untuk sesaat akan terasa seperti mengalami black out sepersekian detik. Hal ini adalah efek dari transformator step up yang sedang bekerja.Lalu, fungsi yang kedua dari transformator adalah menurunkan tegangan arus listrik. Jumlah lilitannya berbalik dengan transformator step up, jika step up lilitan yang terbanyak ada pada lilitan sekunder maka transformator step down ini lilitan yang terbanyak adalah lilitan primernya dibanding dengan lilitan sekunder. Contoh dari penggunaan transformator step down bisa dilihat ketika kita mencharge handphone kita ataupun ketika kita sedang mencharge baterai kamera kita. Memang ini sudah sesuai dengan fungsinya yang sebagai penurun tegangan arus bolak balik (AC). Baik transformator step up maupun step down secara tidak langsung memainkan peran yang sangat penting. Mungkin beberapa diantara kita masih belum menyadari hal ini.
                        TRAFO STEP-UP
Prinsip Kerja Transformator (Trafo)
Sebuah Transformator yang sederhana pada dasarnya terdiri dari 2 lilitan atau kumparan kawat yang terisolasi yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Pada kebanyakan Transformator, kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah besi yang dinamakan dengan Inti Besi (Core).  Ketika kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik) maka akan menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Kekuatan Medan magnet (densitas Fluks Magnet) tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang dialirinya. Semakin besar arus listriknya semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan pertama (primer) akan menginduksi GGL (Gaya Gerak Listrik) dalam kumparan kedua (sekunder) dan akan terjadi pelimpahan daya dari kumparan primer ke kumparan sekunder. Dengan demikian, terjadilah pengubahan taraf tegangan listrik baik dari tegangan rendah menjadi tegangan yang lebih tinggi maupun dari tegangan tinggi menjadi tegangan yang rendah.
Sedangkan Inti besi pada Transformator atau Trafo pada umumnya adalah kumpulan lempengan-lempengan besi tipis yang terisolasi dan ditempel berlapis-lapis dengan kegunaanya untuk mempermudah jalannya Fluks Magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik kumparan serta untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan.Beberapa bentuk lempengan besi yang membentuk Inti Transformator tersebut diantaranya seperti :
  • E – I Lamination
  • E – E Lamination
  • L – L Lamination
  • U – I Lamination
Dibawah ini adalah Fluks pada Transformator :Description: Fluks Magnet Transformator
Rasio lilitan pada kumparan sekunder terhadap kumparan primer menentukan rasio tegangan pada kedua kumparan tersebut. Sebagai contoh, 1 lilitan pada kumparan primer dan 10 lilitan pada kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan 10 kali lipat dari tegangan input pada kumparan primer. Jenis Transformator ini biasanya disebut dengan Transformator Step Up. Sebaliknya, jika terdapat 10 lilitan pada kumparan primer dan 1 lilitan pada kumparan sekunder, maka tegangan yang dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1/10 dari tegangan input pada Kumparan Primer. Transformator jenis ini disebut dengan Transformator Step Down. 
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:
Dimana,
Vp = tegangan primer (volt)               Np = jumlah lilitan primer       
Vs = tegangan sekunder (volt)            Ns = jumlah lilitan sekunder
Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:
1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,
Sehingga dapat dituliskan :
                                    Sehingga dapat dituliskan:

2.2 Dioda
Pengertian Dioda adalah komponen aktif yang memiliki dua kutub dan bersifat semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan menghambat arus dari arah sebaliknya.
Awal mulanya dioda adalah sebuah piranti kristal Cat’s Wahisker dan tabung hampa. Sedangkan pada saat ini, dioda sudah banyak dibuat dari bahan semikonduktor, contohnya : Silikon dan Germanium. Di karenakan pengembangannya yang dilakukan secara terpisah, dioda kristal (semikonduktor) lebih populer di bandingkan dengan dioda termionik. Dioda termionik pertama kali ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873, sedangkan dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti asal Jerman, Karl Ferdinand Braun.
Description: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQaW0CL_13jnzQyFj7bUylUE-g4rBUKuVMyH6fSclmaBSytn27Oeg

Fungsi Dioda sangat penting didalam rangkaian elektronika. Karena dioda adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari penyambung P-N. Dioda merupakan gabungan dari dua kata elektroda, yaitu anoda dan katoda. Sifat lain dari dioda adalah menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada aliran tegangan balik. Selain itu, masih banyak lagi fungsi diodalainnya, sebagai berikut :
§  Sebagai penyearah untuk komponen dioda bridge.
§  Sebagai penstabil tegangan pada komponen dioda zener.
§  Sebagai pengaman atau sekering.
§  Sebagai pemangkas atau pembuang level sinyal yang ada di atas atau bawah tegangan tertentu pada rangkaian clipper.
§  Sebagai penambah komponen DC didalam sinyal AC pada rangkaian clamper.
§  Sebagai pengganda tegangan.
§  Sebagai indikator untuk rangkaian LED (Light Emiting Diode).
§  Dapat digunakan sebagai sensor panas pada aplikasi rangkaian power amplifier.
§  Sebagai sensor cahaya pada komponen dioda photo.
§  Sebagai rangkaian VCO (Voltage Controlled Oscilator) pada komponen dioda varactor.

Jenis-Jenis Dioda terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya) yang biasa disingkat LED, Diode Photo (Dioda Cahaya), Diode Varactor (Dioda Kapasitas), Diode Rectifier (Dioda Penyearah) dan yang terakhir adalah Diode Zener yang biasa disebut juga sebagai Voltage Regulation Diode.

Gambar Jenis-Jenis Dioda



Berikut ini adalah pengertian dari Jenis-Jenis Dioda :
Description: Dioda Emisi Cahaya
Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya)
Dioda yang sering disingkat LED ini merupakan salah satu piranti elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan elektronik yang disebut juga sebagai Opteolotronic.dengan masing-masing elektrodanya berupa anoda (+) dan katroda (-), dioda jenis ini dikategorikan berdasarkan arah bias dan diameter cahaya yang dihasilkan, dan warna nya.
Description: Dioda Photo Diode Photo (Dioda Cahaya)
Dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada pada daerah-daerah reverse tertentu sehingga arus cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya, dioda ini biasa dibuat dengan menggunakan bahan dasar silikon dan geranium. Dioda cahaya saat ini banyak digunakan untuk alarm, pita data berlubang yang berguna sebagai sensor, dan alat pengukur cahaya (Lux Meter).
Description: Diode Varactor Diode Varactor (Dioda Kapasitas)
Dioda jenis ini merupakan dioda yang unik, karena dioda ini memiliki kapasitas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya tegangan yang diberikan kepada dioda ini, contohnya jika tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan menurun,berbanding terbalik jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan dioda ini secara reverse. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan suara pada televisi, dan pesawat penerima radio.
 Diode Rectifier (Dioda Penyearah)
Description: Diode RectifierDioda jenis ini merupakan dioda penyearah arus atau tegangan yang diberikan, contohnya seperti arus berlawanan (AC) disearahkan sehingga menghasilkan arus searah (DC). Dioda jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas tegangan yang dimiliki.
Description: Dioda Zener Diode Zener
Dioda jenis ini merupakan dioda yang memiliki kegunaan sebagai penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan, sesuai dengan kapasitas dari dioda tersebut, contohnya jika dioda tersebut memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang diterima lebih besar dari kapasitasnya, maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 tetapi jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, dioda ini tetap mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya.
Dapat disimpulkan bahwa Jenis-Jenis Dioda tersebut memiliki berbagai kegunaan tersendiri yang dapat memanipulasi berbagai tegangan yang masuk melalui dioda tersebut. Jenis-jenis Dioda diatas merupakan beberapa contoh jenis dioda yang saat ini sudah ada dan dikembangkan, masih banyak lagi contoh lain dari jenis dioda ini.

PRINSIP KERJA DIODA PENYEARAH

Description: Prinsip Kerja Dioda PenyearahSalah satu fungsi dioda adalah sebagai penyearah arus. Hal ini sesuai dengan karakteristik dasar dioda yang hanya melewatkan arus listrik satu arah saja. Fungsi dioda sebagai penyearah ini banyak diaplikasikan pada rangkaian power supply. Dan pada tulisan kali ini akan dibahas lebih detail tentang prinsip kerja dioda sebagai penyearah. Yang dimaksud penyearah disini adalah dioda digunakan untuk menyearahkan arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).

Jenis-Jenis Rangkaian Dioda Penyearah

Ada beberapa jenis rangkaian dioda penyearah berdasarkan  konfigurasi rangkaian dan bentuk sinyal yang dihasilkan. Berikut ini beberapa jenis konfigurasi rangkaian dioda penyearah yang umum dipakai yaitu :

1. Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave Rectifier Circuit)

Adalah penyearah yang hanya mengeluarkan setengah siklus gelombang sinus dengan menggunakan satu blok dioda penyearah saja. Penyearah setengah gelombang mempunyai kelebihan yaitu simpel dan sederhana serta hemat biaya karena hanya menggunakan satu dioda dan satu fasa sinyal sinus.

Kelemahan dari penyearah setengah gelombang adalah keluarannya memiliki riak (ripple) yang sangat besar sehingga tidak halus dan membutuhkan kapasitor besar pada aplikasi frekuensi rendah seperti listrik PLN 50Hz. Kelemahan ini tidak berlaku pada aplikasi power supply frekuensi tinggi seperti pada rangkaian SMPS.
Kelemahan penyearah setengah gelombang lainnnya adalah kurang efisien karena hanya mengambil satu siklus sinyal saja. Artinya siklus yang lain tidak diambil alias dibuang. Ini mengakibatkan keluaran dari penyearah setengah gelombang memiliki daya yang lebih kecil.

2. Penyearah Gelombang Penuh (Full Wave Rectifier Circuit)

Description: Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier circuit)Adalah penyearah yang mengeluarkan semua siklus gelombang sinus dari sinyal AC. Peinsip kerja dari rangkaian penyearah gelombang penuh adalah membuat penyearah ganda dengan lebih dahulu membalik siklus negatif dari masukan. Artinya penyearah gelombang penuh membutuhkan dua fasa input, satu fasa mengikuti masukan sinyal sinus dan satu fasa yang lain berbalikan dengan sinyal input.
Kelebihan penyearah gelombang penuh adalah lebih efisien karena mengambil semua bagian dari siklus sinyal AC yang disearahkan. Hal ini membuat keluaran dari penyearah gelombang penuh memiliki riak (ripple) yang kecil dan lebih halus. Daya yang terserap juga lebih efisien karena tidak ada siklus yang dibuang.
Kelemahan dari penyearah gelombang penuh adalah kebutuhan akan satu siklus pembalik yang berarti harus menambah satu gulungan lilitan lagi pada transformator serta penggunaan dua buah dioda untuk penyearahan. Ini berakibat pada penambahan biaya yang harus ditanggung oleh rangkaian.

3. Penyearah Sistem Jembatan (Bridge Rectifier Circuit)

Description: Penyearah sistem jembatan (bridge rectifier circuit)Adalah penyearah dengan memanfaatkan topologi dioda yang disusun dengan sistem jembatan. Sistem ini mengambil semua siklus gelombang sinus masukan namun dengan input fasa tunggal. Sistem lebih efisien pada sistem power supply dengan input fasa tunggal karena menghemat penggunaan lilitan.
Penyearah sistem jembatan memanfaatkan kerja forward secara bergantian pada masing-masing dioda yang dimanfaatkan pada masing-masing siklus. Pada siklus positif, dioda pertama dan kedua bekerja secara forward lalu pada siklus negatif, dioda ketiga dan keempat yang ganti bekerja secara forward. Sistem ini dianggap paling baik dan populer untuk aplikasi penyearah tegangan tunggal pada sinyal sinus dengan frekuensi rendah seperti pada listrik rumah tangga.
2.3 Kapasitor
Pengertian Kapasitor adalah perangkat komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping. Kapasitor biasanya disebut dengan sebutan kondensator yang merupakan komponen listrik dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik.
Prinsip kerja kapasitor pada umunya hampir sama dengan resistor yang juga termasuk ke dalam komponen pasif. Komponen pasif adalah jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Kapasitor sendiri terdiri dari dua lempeng logam (konduktor) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Penyekat atau isolator banyak disebut sebagai bahan zat dielektrik.

Description: Pengertian KapasitorGambar  Kapasitor

Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua komponen tersebut berguna untuk membedakan jenis-jenis kapasitor. Di dunia ini terdapat beberapa kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik, antara lain kertas, mika, plastik cairan dan masih banyak lagi bahan dielektrik lainnya. Dalam rangkaian elektronika, kapasitor sangat diperlukan terutama untuk mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan. Selain itu, kapasitor juga dapat menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian, dapat memilih panjang gelombang pada radio penerima dan sebagai filter dalam catu daya (Power Supply)..

Fungsi Kapasitor dalam Rangkaian Elektronika

Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada Kapasitor dalam Rangkaian Elektronika :
  • Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
  • Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
  • Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
  • Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
  • Sebagai Kopling
  • Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
  • Sebagai Penggeser Fasa
  • Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
Kapasitor memiliki satuan farad. Konversi Satuan Farad adalah sebagai berikut :

1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF = 1.000nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

Jenis-Jenis Kapasitor. Berdasarkan bahan Isolator dan nilainya, Kapasitor dapat dibagi menjadi 2 Jenis yaitu Kapasitor Nilai Tetap dan Kapasitor Variabel. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya untuk masing-masing jenis Kapasitor :

A. KAPASITOR NILAI TETAP (FIXED CAPACITOR)

Kapasitor Nilai Tetap atau Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak berubah-ubah. Berikut ini adalah Jenis-jenis Kapasitor yang nilainya Tetap :
Description: Kapasitor Nilai Tetap

1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.
Kapasitor yang berbentuk Chip (Chip Capasitor) umumnya terbuat dari bahan Keramik yang dikemas sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan peralatan Elektronik yang dirancang makin kecil dan dapat dipasang oleh Mesin Produksi SMT (Surface Mount Technology) yang berkecepatan tinggi.

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat. Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika (tidak memiliki polaritas arah)
3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)
Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Nilai Kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor Mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO ini sering dipakai pada Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi (Capacitance) yang tinggi. Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-) dan Negatif (-) ini menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus dan sekaligus sebagai terminal Negatif-nya. Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga ribuan microfarad (µF). Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera Nilai Kapasitansi, Tegangan (Voltage), dan Terminal Negatif-nya. Hal yang perlu diperhatikan, Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.

6. Kapasitor Tantalum

Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari Elektrolit. Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena Kapasitor jenis ini memakai bahan Logam Tantalum sebagai Terminal Anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan tipe Kapasitor Elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.

B. KAPASITOR VARIABEL (VARIABLE CAPACITOR)

Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
Description: Kapasitor Variabel (Variable Capasitor)

1. VARCO (Variable Condensator)

VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF

2. Trimmer

Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.
Rumus Kapasitor terdiri dari beberapa rumus yang digunakan untung menghitung besarnya muatan listrik baik yang dihasilkan oleh kapasitor maupun muatan listrik yang masuk. Berikut ini adalah beberapa rumus tentang kapasitor dengan rangkaian paralel, rangkaian seri dan rangkaian kapasitor seri dan paralel yang satuan hitungnya adalah farad (F). Berikut ini adalah rumusan-rumusan yang disimpan dalam keping-keping kapasitor yang bermuatan listrik sebagai berikut :

 Berikut ini Contoh dari Rumus Kapasitor
Description: Rumus Kapasitor
Penjelasan:
Q = Muatan yang satuannya Coulumb
C = Kapasitas yang satuannya Farad
V = Tegangan yang satuannya Volt
(1 Coulumb = 6,3*1018 elektron)
Kapasitor bisa berfungsi sebagai baterai karena tegangan tetap berada di dalam kapasitor meskipun sudah tidak dihubungkan, lamanya tegangan yang tertinggal bergantung pada kapasitas kapasitor itu sendiri. Contoh rumus lain dalam rangkaian kapasitor :
2.4 Resistor

Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistoryang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistorjuga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut.

Simbol Resistor

Berikut adalah simbol resistor dalam bentukgambar ynag sering digunakan dalam suatu desain rangkaian elektronika.
Description: resistor,definisi resistor,rumus resistor,jual resistor,harga resistor
Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistorjenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.

Kapasitas Daya Resistor

Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar. Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan untuk menghindari resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.

Nilai Toleransi Resistor

Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut. Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).
Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor 5% dan resistor 1%.

Jenis-Jenis Resistor

Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam atau resistor metal film.

1.      Resistor Kawat (Wirewound Resistor)

Description: resistorkawat,wirewound resistorResistor kawat atau wirewound resistor merupakan resistor yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan. Sehingga nilai resistansiresistor ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. Resistor jenis ini pada umumnya dibuat dengan kapasitas daya yang besar.

 

Description: resistor karbon,carbon resistor

2.      Resistor Arang (Carbon Resistor)

Resistor arang atau resistor karbon merupakan resistor yang dibuat dengan bahan utama batang arang atau karbon. Resistor karbon ini merupakan resistor yang banyak digunakan dan banyak diperjual belikan. Dipasaran resistor jenis ini dapat kita jumpai dengan kapasitas daya 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt, 2 Watt dan 3 Watt.

3.      Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor)Description: Resistor Metal Film

Resistor oksida logam atau lebih dikenal dengan nama resistor metal film merupakan resistor yang dibuah dengan bahan utama oksida logam yang memiliki karakteristik lebih baik. Resistor metal film ini dapat ditemui dengan nilai tolerasni 1% dan 2%. Bentuk fisik resistor metal film ini mirip denganresistor kabon hanya beda warna dan jumlah cicin warna yang digunakan dalam penilaian resistor tersebut. Sama seperti resistorkarbon, resistor metal film ini juga diproduksi dalam beberapa kapasitas daya yaitu 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt. Resistor metal film ini banyak digunakan untuk keperluan pengukuran, perangkat industri dan perangkat militer.
Kemudian berdasarkan nilai resistansinya resistor dibedakan menjadi 2 jenis yaitu resistor tetap (Fixed Resistor) dan resistor tidak tetap (Variable Resistor)

1.      Resistor Tetap(Fixed Resistor)

Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Resistor jenis ini biasa digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai pembatas arus dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor tetap dapat kita temui dalam beberpa jenis, seperti :
  • Metal Film Resistor
  • Metal Oxide Resistor
  • Carbon Film Resistor
  • Ceramic Encased Wirewound
  • Economy Wirewound
  • Zero Ohm Jumper Wire
  • S I P Resistor Network

2.      Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Resistor tidak tetap atau variable resistor terdiridari 2 tipe yaitu :
  • Pontensiometer, tipe variable resistor yang dapat diatur nilai resistansinya secara langsung karena telah dilengkapi dengan tuas kontrol. Potensiometer terdiri dari 2 jenis yaitu Potensiometer Linier dan Potensiometer Logaritmis
  • Trimer Potensiometer, yaitu tipe variable resistor yang membutuhkan alat bantu (obeng) dalam mengatur nilai resistansinya. Pada umumnya resistor jenis ini disebut dengan istilah “Trimer Potensiometer atau VR”
  • Thermistor, yaitu tipe resistor variable yangnilairesistansinya akan berubah mengikuti suhu disekitar resistor. Thermistor terdiri dari 2 jenis yaitu NTC dan PTC. Untuk lebih detilnya thermistor akan dibahas dalam artikel yang lain.
  • LDR (Light Depending Resistor), yaitu tipe resistor variabel yang nilai resistansinya akan berubah mengikuti cahaya yang diterima oleh LDR tersebut.

Kode Warna Resistor

Cicin warna yang terdapat pada resistor terdiri dari 4 ring 5 dan 6 ring warna. Dari cicin warna yang terdapat dari suatu resistor tersebut memiliki arti dan nilai dimana nilai resistansi resistor dengan kode warna yaitu :
Description: kode warna resistor,rumus resistor,warna resistor

1.      Resistor Dengan 4 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1 dan ke 2 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 3 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warnake 4 menunjukan nilai toleransi resistor.

2.      Resistor Dengan 5 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1, ke 2 dan ke 3 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 4 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warna ke 5 menunjukan nilai toleransi resistor.

3.      Resistor Dengan 6 Cincin Warna

Resistor dengan 6 cicin warna pada prinsipnya sama dengan resistor dengan 5 cincin warna dalam menentukan nilai resistansinya. Cincin ke 6 menentukan coefisien temperatur yaitu temperatur maksimum yang diijinkan untuk resistor tersebut.

Kode Huruf Resistor

Kode huruf digunakan untuk penulisan nilai resistansi dan toleransi resistor.
Description: Kode Huruf Resistor
Kode Huruf Untuk Nilai Resistansi :
  • R, berarti x1 (Ohm)
  • K, berarti x1000 (KOhm)
  • M, berarti x 1000000 (MOhm)
Kode Huruf Untuk Nilai Toleransi :
  • F, untuk toleransi 1%
  • G, untuk toleransi 2%
  • J, untuk toleransi 5%
  • K, untuk toleransi 10%
  • M, untuk toleransi 20%
Dalam menentukan suatu resistor dalam suatu rangkaian elektronika yang harus diingat selain menentukan nilai resistansinya adalah menentukankan kapasitas daya dan toleransinya. Hal ini berkaitan dengan harga jual resistor dipasaran dan luas area yang dibutuhkan dalam meletakan resistor pada rangkaian elektronika.

2.5 TRANSISTOR
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Fungsi transisitor diantaranya sebagaimana di bawah ini:
Transistor sebagai saklar elektronik, yaitu dengan mengatur bias dari sebuah transistor sampai transistor jenuh maka didapat hubungan singkat antar kaki konektor dan emitor, dengan memanfaatkan kejadian ini maka transistor bisa digunakan sebagai saklar.
Transistor sebagai penguat arus, lalu fungsi dari transistor lainnya adalah dapat di gunakan sebagai penguat arus. Dengan fungsi ini transistor dapat digunakan sebagai rangkaian power supply tentunya dengan tegangan yang di setting. Untuk dapat digunakan sebagai fungsi penguat arus transistor harus dibias tegangan yang constant pada basisnya, agar pada emitor keluar tegangan yang tetap. Umumnya untuk dapat tegangan basis agar tetap digunakan diode zener.
Transistor sebagai penguat sinyal AC, Adapun fungsi transistor yang yang lainnya adalah sebagai penguat sinyal AC, dan lain-lain.
Description: Jenis Transistor
Ilustrasi jenis/macam-macam transistor | Sumber gambar: komponenelektronika.biz
Jenis atau tipe dan prinsipkerja transistor
Dari banyak tipe-tipe transistor yang modern di jaman sekarang, awalnya hanya terdapat 2 tipe dasar transistor yaitu biopolar transistor (BJT atau transistor biopolar) dan FET (Field-Effect Transistor), yang cara kerjanya berbeda-beda.
Transistor biopolar dinamakan seperti itu karena kanal konduksi utamanya memakai 2 polaritas pembawa muatan elekton dan lubang, untuk membawa muatan atau arus listrik. Di dalam BJT, arus listrik utamanya harus melewati satu daerah atau lapisan pembatas yang dinamakan depletizon dan juga ketebalan dari lapisan ini bisa diaturdengan kecepatan tinggi dengan maksud untu mengatu aliran arus utama tersebut.
FET ( Field-Effect Transistor) dinamakan juga transistor unipolar yaitu hanya memakai satu jenis pembawa muatan (electron atau hole, terganu dari tipenya FET) saja. Di dalam FET arus listrik utamanya mengalir dalam satu kenal konduksi sempit dengan depletion zone sisinya. Lalu ketebalan dari daerah perbatasan ini bisa diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk menubah ketebalan kenal konduksi tersebut.
Kategori Transistor
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori, diantarnaya seperti di bawah ini:
  • Berdasarkan tipe diantaranya seperti: UJT, BJT, JFET, IGBT, IGFET (MOSFET), HBT, VMOSFET, MISFET, HEMT, MESFET, dan lain sebagainya.
  • Berdasarkan materi semikonduktor, diantaranya germanium, silikon dan gallium arsenide
  • Berdasarkan kemasan fisiknya, diantarnaya seperti: IC, through hole metal, surface mount, through hole plastic dan lain sebagainya.
  • Berdasarkan polaritas diantaranya seperti: PNP atau P-channel dan NPN atau N-channel.
  • Berdasarkan maximum kapasitas daya, diantaranya seperti: Low power, medium power dan high power.
  • Berdasarkan maximum frekwensi kerja, yang diantaranya: Low, medium, atau high frequency, RF transistor, Microwave, dan lain sebagainya.
  • Berdasarkan aplikasi yang diantaranya seperti: Saklar, amplifier, audio, general purpose, tegangan tinggi dan lain sebagainya.
2.6 Integrated Circuit (IC)
Pengertian Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi konduktor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk chip kecil.
Description: Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)

Aplikasi dan Fungsi IC (Integrated Circuit)

Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC (Integrated Circuit) dapat dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital dan juga gabungan dari keduanya.

IC Linear

IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC yang pada umumnya berfungsi sebagai :

  • Penguat Daya (Power Amplifier)
  • Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
  • Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
  • Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
  • Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)
  • Voltage Comparator
  • Multiplier
  • Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
  • Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

IC Digital

IC Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang tegangan Input dan Outputnya hanya memiliki 2 (dua) level yaitu “Tinggi” dan “Rendah” atau dalam kode binary dilambangkan dengan “1” dan “0”.
IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai :
  • Flip-flop
  • Gerbang Logika (Logic Gates)
  • Timer
  • Counter
  • Multiplexer
  • Calculator
  • Memory
  • Clock
  • Microprocessor (Mikroprosesor)
  • Microcontroller.

Jenis-jenis IC Voltage Regulator

Terdapat beberapa cara pengelompokan Pengatur Tegangan yang berbentuk IC (Integrated Circuit),  diantaranya adalah berdasarkan Jumlah Terminal (3 Terminal dan 5 Terminal),  berdasarkan Linear Voltage Regular dan Switching Voltage Regulator. Sedangkan cara pengelompokan yang ketiga adalah dengan menggolongkannya menjadi 3 jenis yakni Fixed Voltage Regulator, Adjustable Voltage Regulator dan Switching Voltage Regulator.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai 3 Jenis IC Pengatur Tegangan DC (DC Voltage Regulator) :

FIXED VOLTAGE REGULATOR (Pengatur Tegangan Tetap)

IC jenis Pengatur Tegangan Tetap (Fixed Voltage Regulator) ini memiliki nilai tetap yang tidak dapat disetel (di-adjust) sesuai dengan keinginan Rangkaiannya. Tegangannya telah ditetapkan oleh produsen IC sehingga Tegangan DC yang diatur juga Tetap sesuai dengan spesifikasi IC-nya. Misalnya IC Voltage Regulator 7805, maka Output Tegangan DC-nya juga hanya 5 Volt DC. Terdapat 2 jenis Pengatur Tegangan Tetap yaitu Positive Voltage Regulator dan Negative Voltage Regulator.
Jenis IC Voltage Regulator yang paling sering ditemukan di Pasaran adalah tipe 78XX. Tanda XX dibelakangnya adalah Kode Angka yang menunjukan Tegangan Output DC pada IC Voltage Regulator tersebut. Contohnya 7805, 7809, 7812 dan lain sebagainya. IC 78XX merupakan IC jenis Positive Voltage Regulator.
IC yang berjenis Negative Voltage Regulator memiliki desain, konstruksi dan cara kerja yang sama dengan jenis Positive Voltage Regulator, yang membedakannya hanya polaritas pada Tegangan Outputnya. Contoh IC jenis Negative Voltage Regulator diantaranya adalah 7905, 7912 atau IC Voltage Regulator berawalan kode 79XX.IC Fixed Voltage Regulator juga dikategorikan sebagai IC Linear Voltage Regulator.
Dibawah ini adalah Rangkaian Dasar untuk IC LM78XX beserta bentuk Komponennya (Fixed Voltage Regulator).Description: Rangkaian IC Fixed Voltage Regulator

ADJUSTABLE VOLTAGE REGULATOR (Pengatur Tegangan yang dapat disetel)

IC jenis Adjustable Voltage Regulator adalah jenis IC Pengatur Tegangan DC yang memiliki range Tegangan Output tertentu sehingga dapat disesuaikan kebutuhan Rangkaiannya. IC Adjustable Voltage Regulator ini juga memiliki 2 jenis yaitu  Positive Adjustable Voltage Regulator dan Negative Adjustable Voltage Regulator. Contoh IC jenis Positive Adjustable Voltage Regulator diantaranya adalah LM317 yang memiliki range atau rentang tegangan dari 1.2 Volt DC sampai pada 37 Volt DC. Sedangkan contoh IC jenis Negative Adjustable Voltage Regulator adalah LM337 yang memiliki Range atau Jangkauan Tegangan yang sama dengan LM317. Pada dasarnya desain, konstruksi dan cara kerja pada kedua jenis IC Adjustable Voltage Regulator adalah sama. Yang membedakannya adalah Polaritas pada Output Tegangan DC-nya.IC Fixed Voltage Regulator juga dikategorikan sebagai IC Linear Voltage Regulator. Dibawah ini adalah Rangkaian Dasar IC LM317 beserta bentuk komponennya (Adjustable Voltage Regulator).Description: Rangkaian IC Adjustable Voltage Regulator

SWITCHING VOLTAGE REGULATOR

Switching Voltage Regulator ini memiliki Desain, Konstruksi dan cara kerja yang berbeda dengan IC Linear Regulator (Fixed dan Adjustable Voltage Regulator). Switching Voltage Regulator memiliki efisiensi pemakaian energi yang lebih baik jika dibandingkan dengan IC Linear Regulator. Hal ini dikarenakan kemampuannya yang dapat mengalihkan penyediaan energi listrik ke medan magnet yang memang difungsikan sebagai penyimpan energi listrik. Oleh karena itu, untuk merangkai Pengatur Tegangan dengan sistem Switching Voltage Regulator harus ditambahkan komponen Induktor yang berfungsi sebagai elemen penyimpan energi listrik.