Saturday, 10 December 2016

Counter Sensor

SEKOLAH TINGGI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI
TUGAS TEKNIK DIGITAL I
PERANCANGAN COUNTER SEDERHANA DENGAN SENSOR CAHAYA DAN SEVEN SEGMENT
Kelompok 3
Anggota :
1.        NAUFAL ANANDA (41.15.0017)
2.       FRITZ BARNAS KOTI(41.15.0006)
3.       NUR AFNI SANTI KUSUMA
4.       TRI WAHYU TAHIR(41.15.0016)
Dosen :
Agus Tri Sutanto

TANGERANG SELATAN,  AGUSUTUS  2016
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kami sehingga kami akhirnya dapat menyelesaikan Makalah PERANCANGAN COUNTER SEDERHANA DENGAN SENSOR CAHAYA DAN SEVEN SEGMENT.Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat pemenuhan tugas mata kuliah Elektornika I di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta menjadi bahan bacaan atau referensi bagi pembaca untuk menambah wawasan.
Dalam penyusunan makalah ini membutuhkan waktu lebih dari seminggu dengan mengumpulkan materi yang bersumber dari Internet,Buku dan diskusi dengan teman serta arahan dari dosen kami,Bapak Agus Tri Sutanto.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Orang tua yang telah memberikan dukungan kepada kami dan teman teman serta semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Terlebih lagi kami mengucapkan terimakasih kepada dosen kami yang telah memberikan arahan dalam pembuatan makalah ini.
Dalam Penyusunan Makalah ini,kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan makalah ini dengan isi dan format yang sebaik baiknya,namun demikian kami menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan.Oleh karena itu,kami mengaharapkan kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini,akhirnya semoga makalah ini bermanfaat.

Tangerang Selatan,29 Juli 2016



Penyusun


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I   PENDAHULUAN   ......................................................................... ...... 1
I     Latar Belakang...............................................................................        1
II    Rumusan Masalah ................................................................................ 1
III    Tujuan.................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
                        2.1       Fototransistor ...................................................................... 3
                        2.2       Perancangan Sistem............................................................. 5
                        2.3       Prinsip Kerja........................................................................ 5
                        2.4       Aplikasi     ........................................................................... 6
                       
Bab III   PENUTUP…………………................................................................... 7           
               3.1    Kesimpulan…….............................................................................. 7
               3.2    Saran                                                                                          ...... 7
DAFTAR PUSTAKA  ………………………...............................................       8
LAMPIRAN  ………………………..............................................................       9




BAB I
PENDAHULUAN
I.         Latar Belakang
Begitu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini,  Sangat memungkinkan sekali untuk mendukung kemajuan di berbagai bidang  terutama dalam bidang elektronika. Penciptaan berbagai alat elektronik  dewasa ini semakin marak, oleh industri – industri yang ada di luar negeri  maupun di Indonesia. 
Berbagai alat elektronik yang diciptakan ini sangat membantu dalam  kehidupan masyarakat khususnya untuk membantu pekerjaan mereka. Dengan  alasan tersebut, banyak instansi pendidikan  mengajak siswanya untuk mencari (research)  ataupun menciptakan sesuatu yang baru untuk memberikan banyak manfaat  bagi kehidupan manusia.
Sebagai contoh, banyak alat penghitung barang dengan menggunakan sensor cahaya  tertentu . Dengan memahami prinsip kerja dari alat tersebut kami mencoba  untuk mengaplikasikan prinsip kerja sensor cahaya  sederhana  menggunakan sensor fototransistor sebagai sistem counter barang dengan  seven segment Berdasarkan penjelasan diatas kami mencoba untuk mengajukan judul  “PERANCANGAN COUNTER SEDERHANA DENGAN SENSOR CAHAYA DAN SEVEN SEGMENT”. Diharapkan aplikasi tersebut dapat  ermanfaat sebagai sistem pengamanan yang dapat membantu masyarakat  nantinya.
II.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas,maka timbul sebuah pertanyaan bagaimana cara merancang dan menyusun alat untuk menerapkan sensor foto transistor.




III.       Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
A.    Taruna Mengetahui aplikasi sensor fototransistor
B.     Taruna dapat merangkai alat sensor sederhana berbasis digital
C.     Taruna dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran sensor dan teknik digital khususnya



























BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Fototransistor

Fototransistor merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai detektor cahaya yang dapat mengubah efek cahaya menjadi sinyal listrik. Karena itu fototransistor termasuk dalam detektor optik.

fototransistor

simbol fototransistor pnp

Fototransistor dapat diterapkan sebagai sensor yang baik, karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan komponen lain yaitu mampu untuk mendeteksi sekaligus menguatkannya dengan satu komponen tunggal. Fototransistor memiliki sambungan kolektor – basis yang besar dan dengan cahaya karena cahaya dapat membangkitkan pasangan lubang elektron. Dengan diberi prasikap maju, cahaya yang masuk akan menimbulkan arus pada kolektor.
Bahan utama dari fototransistor adalah silikon atau germanium sama seperti pada transistor jenis lainnya. Fototransistor juga memiliki dua tipe seperti transistor yaitu tipe NPN dan tipe PNP. Fototransistor sebenarnya tidak berbeda dengan transistor biasa, hanya saja fototransistor ditempatkan dalam suatu material yang transparan sehingga memungkinkan cahaya (cahaya inframerah) mengenainya (daerah basis), sedangkan transistor biasa ditempatkan pada bahan logam dan tertutup. Simbol dari fototransistor seperti pada terlihat pada gambar simbol fototransistor.
Fototransistor memiliki beberapa karakteristik yang sering digunakan dalam perancangan, yaitu:
1 Dalam rangkaian jika menerima cahaya akan berfungsi sebagai resistan.
2 Dapat menerima penerimaan cahaya yang redup (kecil).
3 Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, maka semakin besar pula resistan yang dihasilkan.
4 Memerlukan sumber tegangan yang kecil.
5 Menghantarkan arus saat ada cahaya yang mengenainya.
6 Penerimaan cahaya dilakukan pada bagian basis.
7 Apabila tidak menerima cahaya maka tidak akan menghantarkan arus.
Berdasarkan tanggapan spektral, sifat – sifat dan cara kerja dari fototransistor tersebut, maka perubahan cahaya yang kecil dapat dideteksi. Oleh karena itu fototransistor digunakan sebagai detektor cahaya yang peka, terutama terhadap cahaya inframerah.











2.2     Perancangan Sistem

Pada rangkaian perancangan sistem counter sederhana diatas kami menggunakana beberapa komponen pendukung :

1.                  Phototransistor
2.                  Infrared
3.                  Resistor 33KOhm
4.                  Resistor 1KOhm
5.                  Kapasitor /kondensor dengan nilai 1uF
6.                  IC Decoder 4026B
7.                  Seven Segment Common Katoda
8.                  Baterai 9 Volt

2.3     Prinsip Kerja
Pada rangkaian pemancar tugas kita hanya pengaturan supaya led infra merah menyala dan tidak kekurangan atau kelebihan daya, oleh karena itu gunakan resistor 680 ohm. Pada rangakaian penerima foto transistor berfungsi sebagai alat sensor yang berguna merasakan adanya perubahan intensitas cahaya infra merah. Pada saat cahaya infra merah belum mengenai foto transistor, maka foto transistor bersifat bagai saklar terbuka sehingga transistor berada pada posisi cut off (terbuka). Karena kolektor dan emitor terbuka maka sesuai dengan hukum pembagi tegangan, tegangan pada kolektor emitor sama dengan tegangan supply (berlogika tinggi). Keluaran dari kolektor ini akan membuat rangkaian counter menghitung secara tidak teratur jika kita tidak meredam bouncing keluaran tersebut ke input couinter. Untuk meredam bouncing serta memperjelas logika sinyal yang akan kita input ke rangkaian counter, kita gunakan penyulut schmitt trigger. Penyulut Schmitt trigger ini sangat berguna bagi anda yang berhubungan dengan rangkaian digital, misal penggunaan pada peredaman bouncing dari saklar-saklar mekanik pada bagian input rangkaian digital.

Rangkaian counter yang saya gunakan disini adalah menggunakan IC 4026 (Decade Counter) salah satu ic dari keluarga CMOS. IC counter ini akan mencacah apabila mendapatkan input clock berubah dari logika rendah ke tinggi. IC ini juga langsung bisa hubungkan ke seven segment karena keluarannya mmang dirancang untuk seven segment. Jadi anda tidak perlu menggunakan IC decoder sebagai pengubah nilai biner menjadi nilai 7-segment.
Untuk menmgatur kepekaan sensor anda bisa memutar potensio VR1 pada titik kritis, atau jika diperlukan anda bisa mengganti R2 dengan nilai yang lebih sesuai. Hal ini bisa saja terjadi mengingat komponen foto transistor mempunyai jenis yang berbeda-beda dan tentunya mempunyai sfesifikasi yang berbeda pula. Saya rasa cukup penjelasan dari saya, anda bisa memodifikasi rangkaian sensor infra merah di atas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda

2.4     Aplikasi

l  Aplikasi Counter Pengunjung Otomatis, Counter Barang, Counter Parkir kendaraan
Pada aplikasi counter ini, jadi setiap barang yang melewati sensor infrared akan otomatis terhitung oleh rangkaian counter. Sensor akan mengirimkan sinyal ke rangkaian counter.
l  Aplikasi Sistem Keamanan Bank, keamanan Gedung, keamanan Rumah
Sensor ini dapat digunakan di brankas bank, sehingga jika sensor di aktifkan, maka bila ada yang melewati sensor ini akan mengaktifkan alarm keamanan
BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan

Pada alat sensor yang kami buat kali ini dengan menggunakan komponen photo transistor,dengan prinsip kerja  yaitu Pada saat kondisi awal sensor aktif, karena Photo transistor menerima cahaya dari infrared. Saat ada sesuatu yang memutuskan cahaya infrared makan photo Transaistor akan memberikan sinyal (0), perubahan juga akan ditampilkan ke seven segment. Pada rangkaian ini counter akan bekerja secara up counter dari 0 – 9.
Aplikasi penggunaan sensor dapat digunakan sebagai counter barang,counter kendaaran parkir dan keamanan gedung,rumah dan Bank.

3.2     Saran
Sebaiknya dalam merangkit suatu alat alangkah lebih baik kita menggunakan simulator dari project kita dalam simulator proteus atau software simulator lainnya.Dan berhati hati dalam pemilihan dan pemasangan komponen untuk merancang alat sensor tersebut.












Daftar Pustaka


























LAMPIRAN I



0 comments:

Post a Comment